Senin, 17 Oktober 2011




METODE PENELITIAN DALAM
PSIKOLOGI AGAMA


BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Sebenarnya yang menjadi faktor pendorong penulis mengambil judul ini adalah sebagai seorang mahasiswa khususnya yang akan mengambil gelar kesarjanaan, tentunya metode-metode dalam penelitian,khususnya dalam psikologi agama sangat perlu sekali, karena dengan adanya wawasan kita tentang suatu metode, mudah-mudahan dapat membantu kita dalam melakukan penelitian nantinya.
2.      Tujuan Penulis
Adapun yang menjadi titik tolak tujuan bagi penulis dalam menulis makalah ini adalah, agar semua mahasiswa termasuk penulis sendiri sama-sama mengetahui tentang hakikat metode serta penggunaanya dalam penelitian-penelitian ilmiah lainnya.










BAB II
PEMBAHASAN
METODE PENELITIAN DALAM PSIKOLOGI AGAMA

Dalam uraian ini ada 2 kata yang harus diketahui maknanya terlebih dahulu, yaitu, kata “metodologi” dan kata “metode” . metodologi adalah suatu penelitian dan perumusan metode yang digunakan untuk penelitian ilmiah. Sedangkan kata metode dapat diartkan sebagai cara kerja yang sistematik dan umum, terutama dalam mencari kebenaran ilmiah.[1]
Metode pengajaran dan latihan didasarkan atas pengajaran organik, artinya organisme manusia itu secara berangsur-angsur tumbuh dan berangsur-angsur  menanggapi pengaruh lingkungan. Semakin besar dan semakin kuat tubuh anak, semakin berat latihan dan semakin luas daerah latihan anak tersebut.  Demikian anak mengenal dan dan berlatih melalui pengalaman langsung tersebut. Peniruan adalah metode yang sangat diutamakan, latihan-latihan diberikan dengan jalan menirukan perbuatan. Hal demikian dilakukan bukan hanya pada pengajaran praktek, melainkan pelajaran kejiwaan dan moral. Keberhasilan pengajaran dan latihan tergantung pada ketepatan akan peniruan tersebut.
Jadi dalam pembahasan ini, kita membicarakan tentang metode penelitian dalam psikologi agama : yakni suatu cara kerja sistematik, umum, yang digunakan dalam psikologi agama dalam mencari kebenaran ilmiah dalam rangka meneliti, menganalisa, aspek kejiwaan akan agama seseorang.
Psikologi agama termasuk psikologi khusus yang mempelajari sikap dan prilaku seseorang yang timbul dari keyakinan yang di anutnya berdasarkan pendekatan psikologi.
Menurut Prof. Dr. Zakiah drajat, psikologi adalah suatu ilmu yang meneliti pengaruh terhadap sikap dan tingkah laku orang atau mekanisme yang bekerja dalam diri seseorang , karena cara berfikir, bersikap, beraksi, dan bertingkah laku, tidak dapat dipisahkan dari keyakinan , karena keyakinan itu masuk dalam konstruksi kepribadiannya.[2]

1.      Metode Penelitian Yang Digunakan Dalam Psikologi Agama

Sebagai disiplin ilmu yang otonom dan empiris, psikologi agama juga memiliki metode  penelitian ilmiahnya melalui kajian terhadap fakta-fakta berdasarkan data yang terkumpul dan dianalisa secara objektif. Dalam menerangkan data-datanya, psikologi tak bole melampaui batas bidang pengalaman dalam arti yang luas sehingga tak bisa untuk menunjuk kepada Tuhan dan Wahyu Nya dalam menerangkan gejala-gejala religius yang dipelajarinya.

Oleh karena itu, dalam meneliti dan menerangkan pengalaman serta tindakan manusia yang mengungkapkan religiusitas, seorang peneliti harus melepaskan diri dari sikap yang tak dapat dipertanggung jawabkan oleh ilmu pengetahuan empiris, terutama sikap sebagai orang beriman dan bersikap sikap sebagai orang ateis. Dengan kata lain, seorang peneliti dalam hal ini psikolog, secara metodologis harus mampu melepaskan diri dari keyakinan iman dan ateismenya, sebab jika tidak demikian, penyelidikan menjadi menyimpang dari ranah psikologi ke ranah teologis atau filosofis.[3]



Dalam penelitian psikologi agama, menurut zimbardo, perlu diperhatikan antara lain :
1.      Kemampuan dalam meneliti kehidupan dan kesadaran batin manusia
2.      Keyakinan bahwa segala  bentuk  pengalaman dapat dibuktikan secara empitis
3.      Dalam penelitian harus bersikap filosofis spiritualistis
4.      Tak mencampur adukan antara fakta-fakta dan angan-angan atau perkiraan, khayali
5.      Mengenal dengan baik masalah-masalah psikologi dan metodologi nya
6.      Memilih konsep mengenai agama serta mngetahui metodologinya
7.      Menyadari tentang adanya perbedaan antara ilmu dan agama
8.      Mampu menggunakan alat-alat penelitian yang digunakan dalam penelitian ilmiah

Dalam meneliti ilmu jiwa agama sejumlah metode dapat digunakan antara lain sebagai berikut :

1.      Dokumen pribadi (personal document)
Metode ini di gunakan untuk mempelajari bagaimana pengalaman dan kehidupan batin seseorang dalam keberagamaanya. Cara yang dapat ditempuh oleh peneliti  adalah mengumpulkan dokumen pribadi orang per orang, baik dalam bentuk otobiografi, tulisan, ataupun catatan yang dibuatnya.
Dikarenakan agama merupakan pengalaman batin yang bersifat individual dikala seorang merasakan sesuatu yang gaib, dokumen pribadi inilah  yang dapat memberikan informasi yang lengkap dan akurat selain catatan atau tulisan juga digunakan daftar pertanyaan kepada orang-orang yang akan diteliti. Jawaban yang diberikan secara bebas memberi kemungkinan pada responden untuk menyampaikan kesah-kesah batin dalam keberagamaan yang diyakininya.
Dalam penerapanya, metode dokumen pribadi ini dilakukan dengan berbagai cara atau tehnik, antara lain sebagai berikut :.[4]

a.       Teknik nomatitik
Nomatatik merupakan pendekatan psikologi yang digunakan untuk memahami tabiat atau sifat-sifat dasar manusia dengan cara mencoba menetapkan ketentuan umum  dari hubungan antara sikap dan kondisi yang di anggap sebagai penyebab terjadinya sikap tersebut.

Pendekatan ini digunakan untuk mempelajari perbedaan-perbedaan individu.  penerapannya, nomatik ini mengasumsikan bahwa pada diri manusia terdapat suatu lapisan dasar dalam struktur kepribadian manusia sebagai sifat yang merupakan ciri umum kepribadian manusia. Ternyata dalam kajian ini manusia memiliki sifat dasar yang secara umum sama, perbedaan masing-masing hanya dalam derajat atau tingkatan saja.
 
b.      Teknik Analisis nilai (Value Analysis)
 
      Teknik ini di gunakan dengn dukungan analisis sttistik data yang terkumpul di klasifikasikan menurut teknik statistik dan di analisis untuk di jadikan penelitian terhadap individu yang di teliti.

c.       Teknik Idiography
Merupakan pendekatan psikologis yang digunakan untuk memahami sifat-sifat dasar (tabsat) manusia. Berbeda dengan Nomatik Idiografi lebih dipusatkan pada hubungan antara sifat-sifat yang dimaksud dengan keadaan tertentu dan aspek-aspek kepribadian yang menjadi ciri khas masing-masing individu dalam upaya memahamiseseorang.

d.      Teknik Penilaian Terhadap Sikap (Evaluation Attitudes Technique)
Digunakan untuk penelitian terhadap biografi, tulisan atau dokumen yang ada hubungannya dengan individu yang akan diteliti. Berdasarkan dokumen tersebut, kemudian ditarik kesimpulan, bagaimana pendirian seseorang terhadap persoalan-persoalan yang dihadapinya dalam kaitan hubungannya dengan pengalaman dan kesadaran agama.


2.      Kuestoner dan Wawancara
Metode koestoner dan wawancara digunakan untuk menyimpulkan data dan informasi yang lebih banyak dan mendalam secara langsung kepada responden.

Kelebihan-kelebihan metode tersebut adalah :
1.      Memberikan kemungkinan untuk memperoleh jawabanyang tepat dan segera, dan hasilnya dapat dijadikan dokumen pribadi tentang seseorang, serta dapat pula dijadikan data Nomatik.

Kelemahan-kelemahan metode kuestoner dan wawancara sebagai berikut :
a.       Jawaban yang diberikan terikat oleh pertanyaan sehingga responden tidak dapat memberikan jawaban secara lebih bebas.
b.      Sulit untuk menyusun pertanyaan yang mengandung tingkat relevansi yang tinggi.

Dalam penerapan metode kuestoner dan wawancara dilakukan dalam berbagai bentuk, antara lain :
1.      Mengumpulkan pendapat masyarakat (Publik Opinion Polls).
Teknik ini merupakan gabungan antara kuestoner dan wawancara, cara mendapatkan data adalah melalui pengumpulan pendapat khalayak ramai.

2.      Slaka Penelitian (Ratting Csale)
Digunakan untuk memperoleh data tentang faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan khas dalam diri seseorang berdasarkan pengeruh tempat dan keolmpok.

3.      Tes (Test)
Tes digunakan untuk mempelajari tingkah laku keagamaan seseorang dalam kondisi tertentu untuk memperoleh gambaran yang diinginkan biasanya diperlukan bentuk tes yang sudah disusun secara sistematis.

4.      Eksperimen
Teknik ini digunakan sikap dan tingkah laku keagamaan seseorang melalui perlakuan khusus yang sengaja dibuat.

5.      Observasi Melalui Pendekatan Sosrologi dan Anhtropologi
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sosiologi dengan mempelajari sifat-sifat manusiawi orang per-orang atau kelompok.

6.      Studi agama berdasarkan pendekatan Antropologi budaya
Cara ini digunakan dengan membandingkan antara tindak keagamaan dengan menggunakan pendekatan psikologi.

7.      Pendekatan terhadap perkembangan
Digunakan untuk meneliti mengenai asal-usul dan perkembangan aspek psikologi manusia dalam hubungan dengan agama yang dianutnya.

8.      Metode klinis dan Proyektivitas
Metode ini memanfaatkan cara kerja klinis, penyembuhan dilakukan dengan cara menyelaraskan hubungan antara jiwa da agama.

9.      Metode umum proyektivitas
Metode ini berupa penelitian dengan cara menyadarkan sejumlah masalah yang mengandung makna tertentu. Selanjutnya penelitian pemperhatikan reaksi-reaksi yang muncul dari responden.

10.  Apersepsi Nomotatik
Caranya dengan menggunakan gambar-gambar yang samar. Melalui gambar-gambar yang diberikan, orang-orang yang diteliti, diharapkan dapat mengenal dirinya.

11.  Studi kasus
Studi khasus dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumen catatan hasil wawancara atau lainnya untuk kasus-kasus tertentu. Juga bisa dilakukan berbagai teknik.

12.  Survei
Biasanya digunakan dalam penelitian sosial dan dapat digunakan untuk tujuan penggolongan manusia dalam hubungannya dengan Organisasi dalam masyarakat.

Metode kuestoner dan wawancara, dalam kaitannya dengan psikologi agama dapat digunakan dengan tujuan-tujuan sebagai berikut :
1.      Kepentingan pembahasan mengenai hubungan antara penyakit mental dengan keyakinan agama.
2.      Dijadikan bahan, guna membentuk kerja sama antara ahli psikologi dengan ahli agama.
3.      Kepentingan meneliti dan mempelajari kejiwaan para tokoh agama.



BAB III
PENUTUP

A.           Kesimpulan
Metode dapat diartikan sebagai cara kerja yang sistematik dan umum, terutama dalam mencari kebenaran ilmiah

Psikologi agama termasuk psikologi khusus yang mempelajari sikap dan tingkah laku seseorang yang timbul dari keyakinan yang dianutnya berdasarkan pendekatan psiokologi.

Ada 2 metode penelitian dalam psiokologi agama :
1.      Dokumen pribadi (Personal Document)
2.      Kuestoner dan Wawancara.

B.            Saran
Hanya itu hasil makalah dari kami kelompok 4. Kalau ada kesalahan dan kekurangan dalam makalah ini, penulis berharap kritik dan sarannya, demi kebaikan dalam perobahan terhadap makalah ini. Sehingga untuk selanjutnya makalah ini jadiu lebih baik.



KEPUSTAKAAN

-          Drs. Bambang Arifin Syamsul, Psikologi agama, CV. Pustaka Setia. Bandung, 2008
-          Prof. Dr. H. Ramayulis, Psikologi Agama, Kalam Mulia, Jakarta, 2002
-          Dr, Drajat Zakiah, dkk. Metode Pengajaran Agama Islam. Bumi Aksara, Jakarta, 2008


[1] Zakiah Drajat, Metode pengajaran Agama Islam, Bumi Aksara, Jakarta, 2008, halaman 1-2
[2] Ramayulis, Psikologi agama, kalam Mulia, Jakarta, 2002, halaman. 5.
[3] Metode Penelitian Yang Digunakan Dalam Psikologi Agama

[4] Bambang Syamsul Arifin, Ibid,halaman 21-26

Tidak ada komentar: